Minggu, 28 Desember 2014

17 Tahun, Alhamdulillah


Kue dari Orang tua tercinta :)

Pertama, saya ingin sekali mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena masih memberikan umur kepada diri saya ini untuk terus beribadah kepada-Nya. Tepat pada hari ini, 28 Desember 2014 saya sudah genap berusia 17 tahun (ciee sweet seventeen nih :v). Kalau ditanya bahagia atau engga, pastinya bahagia karena saya tumbuh makin dewasa. Bukan bahagia karena di profile page Facebook tercantum usia 17 tahun. :D Yang saya harapkan dari ulang tahun ini adalah perubahan, yap perubahan untuk menjadi lebih baik lagi.


Sebelumnya, ada 1 hal yang membuat saya bahagia kali ini, pada tanggal 24 Desember 2014 saya menerima raport semester 1. Alhamdulillah saya meraih peringkat 4, Itulah hal luar biasa yang dapat saya lakukan untuk menyambut usia 17 tahun ini. Dan semoga saya dapat mempertahankan nilainya demi meraih jalur undangan ke perguruan tinggi. Amiin ya rabbal alamin.

Banyak hal yang harus saya rubah. Dimulai dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan (kaya guru aja penilaiannya kwkw). Yang terpenting dari 3 hal itu adalah ketaatan diri ini kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Saya merasa masih sangat kurang dalam beribadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu saya ingin berubah untuk menjadi lebih taat lagi. Selain itu pula ada Hablum Minannas, yakni hubungan dengan orang. Saya masih perlu meningkatkan komunikasi dengan sahabat-sahabat saya.


Bismillah, saya akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Semoga Allah memberkahi diri saya ini. Terima kasih kepada seluruh sahabat-sahabat saya yang telah mengucapkan Selamat ulang tahun kepada saya (Faktanya sih "ilang tahun"). Biar afdhol, semua ucapan mereka saya cantumkan disini :v 



















Spesial dari wali kelas :)




Nama Aslinya Reza, dia nyamar pake nama pacarnya










TPQ Assalaam, tempat mengaji ketika masih SD

Rekan perjuangan dalam game Ninja Saga 

Sabtu, 03 Mei 2014

Kecelakaan Yang Kedua Kalinya

Assalamualaikum wr wb,

Alhamdulillah bisa memposting sesuatu lagi. Postingan kali ini adalah pengalaman yang baru saya alami. Tepatnya 3 jam yang lalu. Pengalaman apa? sesuai judul, "kecelakaan". Yap yang namanya musibah memang bisa menimpa kita dimana saja. Setelah tadi mengalami kecelakaan, saya teringat akan kecelakaan pertama saya. Ternyata kecelakaan yang baru saja saya alami memiliki persamaan dengan kecelakaan pertama saya. Ayo simak.

Persamaan:
1. Kecelakaan tepat keduanya pada hari Sabtu. Waktunya hampir sama, antara pukul 17.00 - 17.30
2. Kecelakaan ketika ingin belok ke arah kiri.
3. Bagian motor yang rusak hanya tuas yang ada di sebelah kiri (bengkok). Pada kecelakaan pertama tuas rem, sedangkan pada kecelakaan tadi, tuas kopling
4. Kecelakaan dalam kecepatan rendah. Pada kecelakaan pertama saya tidak mengetahuinya karena saya sudah kehilangan kesadaran beberapa meter sebelum kecelakaan. Sedangkan pada kecelakaan tadi kecepatan antara 10-14 km/jam
5. Kecelakaan pada daerah perumahan.
6. Sama-sama tergelincir.


Sedangkan perbedaannya:
1. Pada kecelaakan pertama, saya mengalami luka yang lumayan. Sedangkan pada kecelakaan kali ini Alhamdulillah tidak ada.
2. Alhamdulillah masih sehat wal'afiat setelah kecelakaan tadi. Sedangkan pada kecelakaan pertama harus dibawa ke UGD dan dirawat di rumah sakit selama 3 hari.


Unik? bisa dibilang begitu. Tapi saya berharap tidak mengalaminya kembali. Ada beberapa pelajaran yang saya ambil dari kejadian ini. Berikut beberapa pelajarannya:

1. Dekat maupun jauh, helm sangat bermanfaat! Pada kecelakaan pertama saya mengalami geger otak ringan karena kepala membentur aspal tanpa helm! bahna di sekitar alis saya mengalami sobek dan bibir pun sobek sedikit.
2. Kecelakaan tidak hanya pada kecepatan tinggi. Musibah memang terjadi dimana saja. Pada kecepatan rendah pun kamu bisa mengalami luka fatal.


Beberapa foto dari bagian motor yang rusak:


Untuk lebih jelas mengenai gambar diatas, lihat gambar bawah:


Yang dilingkari lingkaran merah pada awalnya terbuka (yang garis kuning terlepas). Tapi Alhamdulillah masih bisa dipasang kembali. Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada kakak teman saya yang telah membantu memasangnya kembali seperti semula.



Jreng Jreng Jreng.. inilah foto dari kopling yang bengkok karena tertekan ke tanah saat jatuh.


Sekian postingan saya kali ini. Semoga bisa menjadi renungan bagi kalian dan mengingatkan sesama bahwa kecelakaan itu dapat terjadi dimana saja. Semoga kita tetap dilindungi oleh Allah SWT dari segala marabahaya, Amiin ya Rabbal Alamin.

KEEP SAFETY RIDING :)

Jumat, 28 Maret 2014

Tanda Baca Terbaru

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Kembali lagi dalam blog yang bisa dibilang makin hari makin ngawur ini. Postinga kali ini terinspirasi dari suatu kejadian ketika saya sedang melaksanakan KBM mapel olahraga dikelas. Ketika saya bersama teman yang lainnya sedang asyik beristirahat sambil mengobrol, tiba-tiba salah satu teman saya mengeluh dengan mengucapkan:

"Heh, bla bla bla bla anj*ng bla bla bla si go*log bla bla bla bla anj*ng bla bla bla bal go*log" .

Disini saya nanya ke teman, "Heh, ga kurang banyak tuh tanda bacanya?"

"Tanda baca naon mad?" (mad itu nama saya bro, RachMAD, silahkan panggil saya juga Mad thabi'i ataupun yang lainnya. -_-")

"Itu yang unj*ng anj*ng ? keren lah tanda baca ente mah"

*Temen saya ketawa ngakak*

Yap, begitulah mungkin yang sering kita dengar. Kata ini sudah familiar di anak muda. Bahkan sudah biasa saling menyapa dengan kata itu. Contohnya? nih, pasti pernah lihat deh:

A: "heh, anj*ng, mau pergi kemana?
B: "Ehh anj*ng, ini mau ke warung dulu go*log"

Yang bikin geli itu si B dipanggil anj*ng, eh dia malah menyahutnya. Berarti si B itu merasa sebagai anj*ng ya?

Mungkin tanda baca sekarang itu ibarat kaya gini:
1. Anj*ng bisa dipakai sebagai pengganti titik atau koma, tanda tanya, tanda seru
2. go*log bisa dipakai sebagai titik, koma, tanda seru

Untuk contohnya sih banyak. Pasti kalian sudah sering dengar. Nah ini deh saya cantumin disini beberapa kalimatnya.
1. Heh go*log (sebagai koma) mau kemana kamu anj*ng (sebagai tanda tanya)
2. Wahh sialan lu go*log (sebagai tanda seru)


Antara ngakak dan prihatin juga sih lihatnya. Yang lebih prihatin itu ya anak sekolahan yang ngomong kaya gitu. Saya di suatu warnet pernah mendengar anak kecil udh ngomong kaya gitu. pas lagi main game, tiba-tiba kalah, eh nyerocos tuh bibir bocah ngomong kasar. Masih kecil udh ngomong kaya begini. Edan..

Jumat, 14 Maret 2014

Dalam Ujian itu....

Assalamualaikum wahai penjelajah dunia maya. Kali ini saya hanya akan memberi beberapa kejadian yang sering terjadi ketika ujian. Apa saja kejadiannnya? Cek dimari:




Tegang
Yap, ini pasti akan ada dalam diri setiap siswa. Mereka takut ketika dalam ujian, materi yang telah dihapal akan lupa. Jika kalian ingin tahu, justru rasa tegang itulah yang membuat kita lupa terhadap materi yang telah kita hapal.Ketika tegang, pikiran kita diliputi rasa takut, dan oleh karena itu kita jadi tak sempat untuk mengingat materi yang telah dihapal.

Ingin duduk di barisan belakang
Ini yang sering saya lihat. Mereka akan berlomba untuk duduk dibarisan belakang ketika ulangan. Memang apa enaknya duduk dibelakang? padahal sama saja kan kalau duduk didepan? toh sama-sama bangku dari kayu. Justru yang dibelakang itu dicap akan "berbuat curang" oleh guru. So, mulai sekarang ayo kita berlomba untuk duduk didepan.

Banyak modus
"Permisi pak, saya mau ke belakang dulu". Kalimat itu pasti bakal sering didengar dalam ujian. Pernah sewaktu masih duduk di Sekolah Menengah Pertama, ketika sedang jam istirahat saya melihat "sesuatu" di kamar mandi. #if you know what i mean

Membatik
Saya pakai istilah ini ketika masih duduk di Sekolah Menengah Pertama, setiap kali siswa yang membuat "contekan" di sekujur tubuhnya, saya bersama teman saya akan menyebutnya "Dia rajin amat, mau ulangan membatik dulu."

Merampok
Ini istilah kedua dari saya, istilah ini saya tujukan kepada orang-orang yang meminta jawaban kepada kita lebih dari 10 soal. Pernah sewaktu saya masih di Sekolah Menengah Pertama (lagi-lagi SMP), ada seorang teman saya yang melempar kertas ke saya, ketika saya buka, ternyata isinya: "Nomor 1 - 20 apa?". LOL

Asalan konyol bermunculan
Sewaktu saya mau UN SMP 2013, ada1 alasan dari teman saya yang lumayan ngakak juga, "Heh, kita kan masuk SMP bersama-sama, kita juga harus lulus UN bersama-sama". (Bilang aja kalo mau nyontek)


(Bahkan) Papan dada pun dibatik
Papan dada dibagian depan bersih, namun dibelakangnya? #if you know what i mean

Yap, sekiranya demikian yang dapat saya tuliskan. Semoga dapat dibuat lagi part II nya. Pesan dari saya:

"Untuk apa kita berbuat licik dalam ujian ? Apa yang pantas dibanggakan dari nilai kita jika itu hasil "merampok" dari orang lain ? Kurang pede sama jawaban yang kamu miliki ? LOL! alasan basi. Engga belajar ? Salah sendiri malah kebanyakan main. Apa gunanya otak kamu kalo dalam ujian hanya menyontek? Gunakanlah ilmu yang kamu miliki. Walaupun mengalami kegagalan, ngapain takut? toh dari kegagalan itu kita bisa belajar dimana kita kelemahannya, dan kelemahan itu kita buat menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa."